RSS

Belajar dari Semut

16 Mar

(ditulis oleh Tegar Lengga Argandi)

Tulisan ini saya kutip dari tulisan seorang pakar dalam ‘pengembangan diri’, Jim Rohn. Sangat menarik, membahas tentang etos kerja yang ditunjukkan oleh bangsa semut. Banyak hal yang patut kita teladani dalam menghadapi masalah2 yang sering kita temui.

#Filosofi Semut 1

Semut mempunyai tujuan yang jelas. Tidak percaya? Perhatikan bagaiman cara semut berjalan. Mereka berjalan dengan terburu-buru, tidak akan pernah kita temui ada seekor semut berhenti dan diam merenung, atau berjalan dengan gontai bermalas-malasan.. hehe..

Para semut ini memiliki tujuan yang jelas sehingga antusiasme muncul dengan sendirinya dari tujuan itu. Dengan tujuan yang jelas, membuat mereka tidak mudah menyerah akan kegagalan sesaat.

#Filosofi Semut 2

Semut tidak pernah kehabisan akal. Cobalah menghentikan laju si semut, rintangi jalan semut tersebut dengan tangan.. apa yang mereka lakukan?? Yang jelas mereka tidak akan berhenti dan menangisi nasib.. heue.. mereka akan berusaha keras mencari jalan lain, entah ke kanan, ke kiri, atau bahkan memanjat rintangan yang menghalanginya dengan penuh semangat. Itu semua karena mereka memiliki tujuan yang sangat jelas..

Disaat semut berjuang mencari jalan keluar, kita terkadang terlalu focus dengan halangan yang muncul di hadapan kita, bukannya mencari jalan keluar, tapi malah mundur menganggap diri sendiri tak akan mampu.

#Filosofi Semut 3

Semut memikirkan musim dingin ketika musim panas tiba. Sebuah cerita fable mengisahkan bagaimana seekor semut yang begitu giat pada musim panas ditertawakan oleh belalang yang sedang asyik menikmati hangatnya musim panas. Semut sangat paham bahwa setiap musim panas akan berakhir dengan musim dingin, dan sangat mengerti bahwa banyak hal yang tidak dapat dilakukan pada musim dingin.

Semut memanfaatkan sebaik-baiknya musim panas untuk menghadapi musim dingin yang tak menentu.

#Filosofi Semut 4

Ada gula, ada semut..!!! setiap ada yang manis-manis, semut lah yang paling duluan sampai di tempat. Mengapa? Karena semut terus bergerak, dan sangat lihai melihat kesempatan. Sesulit apapun kesempatan itu, semut akan terus bergerak sampai mencapainya, tak pedulu seberapa beratnya.

Dalam kehidupan kita, banyak “gula” yang ada di sekitar kita berupa kesempatan untuk maju, menjadi lebih baik, dan sebagainya. Namun terkadang kita terlalu focus dengan rintangan-rintangan, dan malas untuk terus bergerak mencapainya.. hmm…

#Filosofi Semut 5

Semut adalah bansa pekerja keras. Sampai saat ini saya belum pernah menemui ada semut yang ketiduran. Para semut ini sangat berusaha mengoptimalkan waktu yang ada. Sangat paham bahwa jendela kesempatan tak selamanya lebar, mumpung masih terbuka kesempatan, mereka akan focus untuk meraihnya..

#Filosofi Semut 6

Bersatu kita tegar, eh.. teguh maksudnya.. bercerai kita runtuh..!!! Semut adalah binatang yang sangat mengerti arti dari team work. Dengan badannya yang kecil, para semut bahu-membahu mengangkat beban yang beratnya berkali-kali lebih berat dari tubuhnya. Mereka dengan senang hati bergabung dengan siapa saja yang memiliki tujuan yang sama untuk mendapatkan hasil yang berlimpah.

———

Hmm.. sementara 6 dulu pelajaran dari Semutnya.. banyak yang bisa kita aplikasikan, baik dalam pekerjaan, organisasi, juga dalam dakwah.. baca dari awal lagi, dan tanamkan nilai2 yang telah diajarkan oleh Allah melalui semut ini.. semoga kita bisa mengambil pelajaran yang bermanfaat.. aamiin..🙂

Salam Azzam, Indahnya Kebersamaan, Indahnya Ukhuwah..🙂

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2012 in Hikmah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: