RSS

Bahrul Ulum, Rafting at Cicatih River

21 Dec

Cicatih, Sukabumi(

(ditulis oleh Annisyah Nurhafipah)

Sungai panjang, arus deras, jeram yang curam, petualangan alam, tenggelam, dan sebagainya..

begitulah sekilas yang terlintas dalam benak kami, ketika  kata “RAFTING” dilontarkan untuk jadi pilihan liburan teman-teman Azam Kelas Bahrul Ulum (nama kelas B) setelah kegiatan YISC Al Azhar angkatan dasar berakhir. Sangat seru, menakjubkan, menakutkan, mengkhawatirkan.. itulah yang mungkin dirasakan oleh kebanyakan teman2 yang belum pernah rafting sama sekali, atau kalopun pernah, kebanyakn merasakan arum jeram di dufan”.. hehe.. Bukan sesuatu yang menantang..

Rafting Bahrul Ulum pun telah ditetapkan,, Sabtu, tanggal 17 Desember 2011..

Semakin mendekati hari H kami semua semakin penasaran untuk liburan kali ini.. Robin sang ketua kelas Bahrul Ulum sudah mempersiapkan semuanya.. Tujuan rafting adalah Sungai Citatih dengan EO Cherokee..

Cicatih, konon katanya sungai ini lebih menantang dan arusnya lebih deras dibandingkan Sungai Citarik.. Pilihan Cicatih adalah rekomendasi Pak Ketua yang telah merasakan serunya rafting disana..

Biaya

Untuk Rafting kali ini setiap peserta hanya dikenai biaya Rp. 275.000,00 include biaya rafting, transportasi, welcome drink, makan siang, relaksasi, kelapa muda, makan malam, softcopy foto2, sertifikat, asuransi, dll.. pokoknya kami hanya duduk manis deh . Sangat murah jika dibanding dengan fasilitas dan pengalaman yang kami dapatkan.. Hal ini dikarenakan adanya tambahan subsidi dari uang kas kelas, yang rajin dibayarkan anak2 bahrul ulum. “inilah gunanya uang kas yang slama ini sering ditagih oleh bendahara klas pada anak2 bahrul ulum.. hohoho..

Perjalanan

Hari H pun tiba, semua peserta yang berjumlah 23 orang berkumpul di Masjid AlAzhar pukul 07.00 pagi.. Perasaan pun bercampur antara senang, penasaran, takut , dan kekhawatiran2 segala macam tentang rafting,  sejuta rasa deh pokoknya dah kayak permen nano-nano..

Jarum jam menunjukkan pukul 07.30 wktunya berangkat, yuhu bis white hourse siap mengantarkan kami ke petualangan kali ini.  Mobil melaju dengan kencang diiringi rasa bahagia dan riang gembira.

Bukan Bahrul ulum kalo ga narsis dan eksis, yupz  seperti biasa klo lensa kamera sudah membidik  seperti biasanya kami pun siap beraksi. Begitulah salah satu kegiatan yang dilakukan selama perjalanan menuju tempat petualangan. Bukan tanpa alasan kami senang mengabadikan moment2 indah, karena lembaran2 foto ini yang akan mengukir manis kisah2 kebersamaan bahrul ulum nantinya.

Tepat menunjukkan pukul 11.30 perjalanan panjang dan berliku sampai di tempat yang dinantikan. Setibanya di sana disambut dengan welcome drink dan makan siang menu nasi goreng pake telor, setelah makan siang langsung ganti kostum dan tak lupa kami menggunakan sunblock sebelum terjun menuju medan perang, serta yang utama, sholat dulu.

Rafting Dimulai

Trip yang kami pilih adalah jenis Adventure dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam termasuk istirahat, di sepanjang 13 kilo meter sungai Cicatih.

Perjalanan ke sungai Cicatih menempuh kurang lebih 20 menit menggunakan angkot. Satu mobil hanya diperbolehkan diisi maksimal 8 orang “takut ga bisa nanjak neng, kata mamangnya”.  Tibalah kami ditempat start Rafting, perasaan kami makin tidak menentu, “dag dig dug derr,” untuk mereka yang belum pernah rafting. Apalagi untuk sebagian yang tidak bisa berenang, sangat mendebarkan dan menegangkan pastinya. Petualangan akan segera dimulai, kami pun bersiap menggunakan perlengkapan yang digunakan untuk rafting, pelampung, helm, dayung. Lalu brefing pun dimulai setelah semuanya lengkap.

Kami diajari cara memegang dan menggerakkan dayung, jika perahu maju maka dayung di kayuh dari depan ke belakang, jika perahu mundur maka dayung dikayuh dari belakang ke depan. Dalam perjalanan nanti jika ada jeram-jeram yang membutuhkan perpindahan penumpang maka kita harus menuruti perintah pemandu. Jika ada perintah “dayung kanan” maka perintah ini untuk supaya penumpang menggeser possinya ke bagian kanan supaya jika ada jeram dari kanan perahu bisa tetap seimbang dan perahu tidak terbalik. Demikian sebaliknya, juga jika ada perintah pindah depan dan pindah belakang. Juga ada perintah Boom, yang artinya semua penumpang harus jongkok di tengah perahu, untuk penghindari jeram yang berbahaya.

Tapi perpindahan posisi ini, juga kadang digunakan pemandu untuk ‘mengerjai’ penumpang. Jadi jika tim Anda ikut rafting, lalu pada air tenang pemandu menyuruh pindah posisi, hati-hatilah itu trik mereka supaya perahu terbalik dan Anda akan kecebur di sungai… hehehhe…

Turun ke Sungai

Setelah berdoa menurut keyakinan masing-masing, petualangan benar2 dimulai. Namun sebelum dipanggil menuju perahu seperti biasa “satu dua tiga klik “.

Kami dibagi menjadi 4 kelompok perahu, dimana satu perahu terdiri dari 5 sampai 6 orang peserta dan satu orang skeeper (pemandu). Dalam satu trip biasanya terdiri dari 12 perahu dengan satu tim penyelamat.

Tiba waktunya kami memulai petualangannya, masing-masing menaiki perahu yang ditentukan. Di awal-awal perjalanan sungai masih tenang, dengan kurang lebih kedalaman 3 meter kami bergerak perlahan. Di sisi kiri dan kanan sungai Cicatih sangat asri, indah dan memikat,tebing-tebing berdiri kokoh, dengan lebar sungai kurang lebih 10-20 meter (CMIIW)  sebuah pemandangan alami yang masih bisa dinikmati hingga kini dan semoga bisa tetap lestari.

Batu-batu di sungai yang masih kokoh di sela-sela sungai, serta sungai yang masih bersih dari sampah2 yang sering menghiasi sungai yang ada di Indonesia terutama Jakarta. Subhanallah, decak kagum kami atas kebesaran-Nya, Maha Besar Engkau Ya Rabb atas smua ciptaanMU.

Menurut pemandu, batu-batu sekitar awal pengarungan ini jika debit air diatas normal, maka akan tertutup. Bisa dikatakan saat pengarungan kami hari itu debit airnya masih normal. Ternyata tugas dari pemandu ini, selain memberi aba-aba juga bercerita tentang sungai Cicatih.

Setelah kurang lebih 15 menit perjalanan mulailah jeram-jeram bermunculan di depan mata. Perahu recue masih ada di depan kami. Menurut pemandu  ada 20 jeram besar yang akan kami lalui nantinya, perasaan makin tidak menentu antara senang penasaran dan takut. Jeram demi jeram kami lalui teriakan demi teriakan seiring melewati jeram demi jeram. Suasana makin mendebarkan ketika rintik-rintik hujan mulai menemani petualangan kami.

Berbagai jeram pun kami lewati setiap melewati jeram, pemandu selalu memperingatkan kami akan jeram yang nanti dilewati. Dan semakin menuju jeram2 lainya semakin menegangkan. Tak lupa perang air satu perahu dengan yang laennya kerap kami lakukan ketika melintas satu sama laen. Hal ini semakin membuat petualangan semakin seru.

Jeram satu dua tiga dan selanjutnya semakin membuat teriakan kami semakin membesar. Dan sampailah kami sebelum menuju jeram yang menurut pemandu jeram yang paling menegangkan kami menemukan aliran sungai tanpa arus kencang, dan kami diperbolehkan untuk turun dan berenang disungai. Untuk sebagian yang bisa berenang, tanpa aba langsung meluncur berenang di sungai tersebut. Namun untuk yang tidak bisa berenang, didalam perahu jauh lebih nyaman daripada menikmati air sungai yang tenang tersebut.

Ujan rintik2 pun kembali mereda, kami ikut menikmati suasana indah dalam petualang rafting ini, suara jeram sungai yang deras sesekali membuat kami semakin tertantang untuk merasakannya. Sebelum sampai di tempat istrahat pertama, terdapat satu jeram yang sangat menegangkan yang harus kami lalui. Dan kali ni pemandu mengingatkan kami untuk melakukan boom pada jeram roller coaster yang memang curam berada di celah tebing. Untungnya 3 perahu bahrul ulum, para anggotanya selamat, kecuali satu perahu ada dua orang teman kami yang terlempar. Dewi dan Indah, entah apa yang terjadi saat itu setelah adegan boom, tanpa sadar mereka sudah terlempar dari perahu mereka.

Setelah istirahat n menikmati camilan yang disuguhkan, petualangan dimulai kembali satu demi satu perahu kembali dijalankan, perahu yang melaju diatur satu persatu dan dijaga jaraknya agar tidak terjadi tabrakan antar sesama perahu, dikarenakan arus yang semakin deras yang jeram2 yang semakin terjal dan sempit.

Kami semakin menikmati perjalanan rafting yang semakin menantang, suasana hati semaking ga karuan, deg-degan semakin menjadi jadi bahkan ada yang sampai pucat pasi, hanya bisa diam saat orang-orang berteriak dengan sekencang-kencangnya. Setelah melewati jeram-jeram tajam tersebut, kami akan melewati jeram panjang, hal ini dikarenakan jeramnya memang panjang.

Perahu Terbalik

Setelah melewati jeram-jeram tersebut, pada perahu pertama seketika pemandu melakukan sesuatu, beliau memegang- megang tali perahu, seketika kami semua disuruh ke bagian kiri. Dalam benak kami di perahu pertama, pasti kami akan menghadapi jeram yang lebih terjal. Namun dalam hitungan detik perahu mulai kehilangan keseimbangan, dan sedetik kemudian…dunia gelap..blup..blup…dua-tiga teguk air masuk kekerongkongan, dan tersadar kami berada di bawah perahu,.kebetulan di perahu pertama ada yang tidak bisa berenang.

Rasanya seketika itu mu mati, terus mencari permukaan tapi yang ada semakin tenggelam ke bawah. Pdahal seharusnya dengan adanya pelampung kami bisa mengapung.. Entah mengapa mungkin rasa panic yang begitu parah sehingga seketika pelampung terasa seperti batu yang dapat terus membawa kami tenggelam kedasr sungai.

Ya Rabb, Ya Rabb,, aku meminum air yang mirip capucino itu sambil menggapai-nggapai di dalam air berusaha memunculkan kepalaku di permukaan air. Mencoba untuk mencari sesuatu yang bisa digapai tercapai bisa menggapai teman yang sama-sama dalam posisi panik. Terus mencari dan berusaha menggapai sesuatu yang bisa menolong. Akhirnya slah satu teman sng ktua kls mencoba membantu dan menenangkan kami. Dan beberapa saat pemandu sudah berada diatas perahu kami dan membntu satu persatu untuk menaiki perahu.

Beliaupun berkata bahwa ini memang sengaja dilakukan, rasanya ingin memukul2 pemandu tersebut, hal ini merupakan pengalaman yang sangat luarbiasa dan mengasikkan. Sensasi rafting yang sangat syang untuk dilwatkan, pada kejadian itu ternyata kami sedang melewati jeram yang bernama jeram kerinduan. Dimana pada jeram ini kami akan merindukan moment tersebut. Terimasih mungkin seharusnya kami haturkan kepad pemandu karena telah berhasil membuat kejutannya.

Ternyata dari 4 perahu 3 perahu  kami dilakukan balik perahu, suatu hal yang sangat berkesan moment indah yang akan slalu kami bawa.

Kemudian perjalanan kami lanjutkan, jeram masih terliat smakin deras dan banyak.

Kami semakin antusias untuk menghadapinya, teriakan demi teriakan terus bergulir seiring dengan jeram 2 yang kami lewati.

Dan tiba pada jeram terakhir sebelum mencapai finish point serta tibalah kami pada ujung akhir petualangan kami disni.  Syukur alhmdulillah kami bisa sampai dengan selamat.

Layanan After Rafting

Ternyata petualangan blm berkhir sampai sini, sesi selanjutnya adalah minum es kelapa,,srutp srutpp,,kelapa hijau muda yang disajikan sangat menggoda kami. Menikmati kelapa muda dan makan gratis kembali disajikan. Alhamdulillah sangat nikmat luar biasa, menikmati  sajian yang ada dengan pemandangan gunung yang indah dan kebersamaan yang smkin hangat.

Selesai kami bersantap ria, ternyata ada satu lagi pelayanan istimewa yang kami terima, pijat refleksi grtis. Kebanyang bagaimana pegalnya mendayung, adanya pijat refleksi dapat mengendorkan otot yang pasti luar biasa pgealnya..

Dan terkhir sensasi yang tidak kalah menarik adalah antrian mandi, kebanyang selama ini ga pernah antri wat mandi dan disana kami harus antri mandi dengan antrian yang lumayan. Suatu kebersamaan yang buat qta smakin menguatkan ukhuwah.

Tak lupa selama petualangan ini pihak Cherokee juga menyediakan foto2 slama kami melakukan perjalanan rafting dan video. Serta ada tambahan sertifikat untuk setiap peserta yang sudah ditandatangani oleh pimpinan dan pemandu selama perjalanan.

Petualangan indah ini akan kami kenang dan ini bukan akhir dari kebersamaan kami, namun langkah awal kami menuju petualangan2 selanjutnya.

Terimakasih bahrul ulum ,,

 
1 Comment

Posted by on December 21, 2011 in Kegiatan

 

One response to “Bahrul Ulum, Rafting at Cicatih River

  1. eka

    December 21, 2011 at 12:04 pm

    Kapan ya saya bisa ke sana?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: